Contoh Makalah Laporan Audit

Laporan Audit

Dosen Pengasuh:

Puspita, IMS, SE, M.Sa
Rismanthoro, SE, M.Si, Ak

Matakuliah Pengauditan II

Disusun Oleh:

Kelompok XI:
Afryan Hidayat C1C110228
Erny Novita C1C110229
Fauzi Rahman C1C110092
Indah Lestari C1C110231
Putri Oktavia C1C110226

S-1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Laporan Audit” tepat sesuai waktu yang ditentukan.
Dengan selesainya tugas ini, kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan tugas ini.
Akhirnya perlu juga dikatakan bahwa tugas ini bukanlah merupakan sesuatu yang sempurna, mengingat kami hanyalah manusia biasa yang sangat jauh dari kesempunaan. Sejalan dengan keterbatasan yang kami miliki tersebut, maka tugas ini masih sangat terbuka terhadap kritik maupun saran yang bertujuan agar lebih menyempurnakan makalah ini. Semoga dengan selesainya tugas ini akan memeberikan manfaat sebagaimana yang diharapakan.

Banjarmasin, 2 Desember 2012

Penulis
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam bidang akuntansi, tidak akan asing dengan yang namanya Laporan Audit. Namun demikian, banyak mahasiswa akuntansi yang masih bingung apa saja manfaat Pemeriksaan Akuntansi, Jenis Pemeriksaan Akuntansi, Jenis-jenis Opini Akuntan, serta Unsur-unsur Laporan Audit.
1.2 Rumusan Masalah
Didasari oleh latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka dapat disimpulkan rumusan masalah untuk ”Laporan Audit” ini adalah:
• Mengentahui Manfaat Pemeriksaan Akuntansi
• Apa saja Jenis Pemeriksaan Akuntansi
• Jenis-jenis Opini Akuntan
• serta Unsur-unsur Laporan Audit.
1.3 Tujuan
Laporan penting sekali dalam suatu audit atau proses astetasi lainnya karena laporan menginformasikan pemakai informasi mengenai apa yang dilakukan auditor dan kesimpulan yang diperolehnya.Dari sudut pandang pemakai,laporan dianggap sebagai produk utama dari proses astetasi.
Pembuatan laporan audit adalah langkah terakhir dari seluruh proses audit.Alasan mengapa dipelajari sekarang,dan bukan pada bagian akhir buku adalah karena dapat dijadikan dasar untuk mempelajari cara mengumpulkan bahan bukti.

2. Pembahasan
2.1 LAPORAN AUDIT
Laporan Audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan masyarakat lingkungannya. Dalam laporan tersebut auditor menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan auditan. Pendapat auditor tersebut disajikan dalan suatu laporan tertulis yang umumnya berupa laporan audit baku. Berikut contoh laporan audit yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian.
• Laporan audit baku terdiri dari tiga paragraf :
1. paragraf pengantar,
2. paragraf lingkup, dan
3. paragraf pendapat.
a. Paragraf pengantar dicantumkan sebagai paragraf pertama laporan audit baku. Terdapat 3 fakta yang diungkapkan oleh auditor dalam paragraf pengantar ;
1. Tipe jasa yang diberikan auditor
2. Objek yang diaudit
3. Pengungkapan tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan dan tanggung jawab auditor atas pendapat yang diberikan atas laporan keuangan berdasarkan hasil auditnya.
b. Paragraf lingkup berisi pernyataan ringkas mengenai lingkup audit yang dilaksanakan auditor. Dan paragraf pendapat berisi pernyataan ringkas mengenai pendapat auditor tentang kewajaran laporan keuangan auditan.
c. Paragraf ketiga dalam laporan audit baku merupakan paragraf yang digunakan oleh auditor untuk menyataka n pendapatnya mengenai laporan keuangan yang disebutkannya dalam paragraf pengantar. Dalam paragraf ini auditor menyatakan pendapatnya mengenai kewajaran laporan keuangan auditan , dalam semua hal yang material, yang didasarkan atas kesesuaian penyusunan laporan keuangan tersebut dengan prinsip akuntansi berterima umum.

2.1.1 Manfaat-manfaat Pemeriksaan Akuntansi
Pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan oleh eksternalauditor (KAP) sebagai pihak yang independen dapat memberikan manfaat praktis sebagai berikut :
1. Pihak Perusahaan yang diaudit
Menambah kredibilitas laporan keuangan badan usaha / organisasi. Dapat mengurangi kecurangan di kalangan manajemen dan para karyawan perusahaan. Dapat memberikan dasar yang lebih di percaya untuk penyiapan surat pemberitahuan pajak dan laporan keuangan yang harus diserahkan kepada pemerintah , sehingga mengurangi audit pemerintah. Dapat membuka pintu masuknya sumber-sumber pembiayaan dari luar (investor). Seringkali dapat menyingkapkan kesalahan/ penyimpangan moneter dalam catatan keuangan klien, sehingga dapat menemukan biaya atau pendaptan yang hilang.
2. Pihak–pihak luar perusahaan yang diaudit :
• Dapat memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada para investor / kreditor untuk mengambil keputusan yang menyangkut pemberian kredit.
• Dapat memberikan dasar yang terpercaya kepada para investor dan calon investor untuk menilai prestasi investasi dan kepengurusan manajemen.
• Dapat memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada perusahaan asuransi untuk menyelesaikan klaim atas kerugian yang bisa diasuransikan.
• Dapat memberikan dasar yang obyektif kepada serikat buruh dalam menyelesaikan sengketa mengenai upah dan tunjangan.
• Dapat memberikan dasar yang independen kepada pembeli maupun penjua luntuk menentukan syarat-syarat pembelian, penjualan atau penggabungan perusahaan.
• Dapat memberikan dasar yang lebih meyakinkan kepada para pelanggan atau klien untuk menilai profitabilitas atau rentabilitas perusahaan, efisiens ioperasionalnya dan keadaan keuangannya.
3. Pihak Pemerintah dan Badan Hukum
Dapat memberikan tambahan kepastian yang independen tentang kecermatan dan keterandalan kepada badan pemerintah.
Dapat memberikan dasar yang independen kepada mereka yang bergerak dibidang hukum untuk mengurus harta/ menyelesaikan masalah dalam kebangkrutan dan menentukan pelaksanaan perjanjian, persekutuan dengan cara semestinya.
Dapat memegang peranan yang menentukan dalam mencapai tujuan undang-undang keamanan Nasional.

2.1.2 Jenis Pemeriksaan Pemeriksaan Akuntansi
1. Ditinjau dari luasnya pemeriksaan, audit dibedakan menjadi :
General Audit (PemeriksaanUmum) Adalah suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh KAP independen dengan tujuan untuk bisa memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
Special Audit (PemeriksaanKhusus) Adalah suatu pemeriksaan terbatas yang dilakukan oleh KAP independen, dan pada akhir pemeriksaan auditor tidak perlu memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keungan. Pendapat yang diberikan terbatas pada pos atau masalah tertentu yang diperiksa. Misalnya KAP diminta memeriksa apakah terdapat kecurangan terhadap penagihan piutang usaha perusahaan.

2. Ditinjau dari jenis pemeriksaannya, audit dibedakan menjadi :
Management Audit (Operational Audit) Adalah pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien, dan ekonomis.
Compliance Audit (Pemeriksaan Ketaatan) Adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan sudah mentaati peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan (manajemen, dewan komisaris), maupun pihak eksternal (pemerintah, BAPEPAM, BI, Dirjen Pajak, dll)
Internal Audit (Pemeriksaan Intern) Adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh bag. Internal Audit perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.
Computer Audit Adalah pemeriksaan oleh KAP terhadap perusahaan yang memproses data akuntansi nya dengan menggunakan sistem EDP.

2.1.3 Jenis-jenis Opini Akuntan
Menurut SPAP (PSA 29 SA Seksi 508) ada 5 jenis pendapat akuntan, yaitu:
• Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (unqualified Opinion).
• Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan bahasa penjelasan (Unqulified Opinion with explanatory language).
• Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion) .
• Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion).
• Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion).

1. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (unqualified Opinion)
Akan diberikan oleh akuntan publik jika auditor telah melaksanakan pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang ditetapkan oleh IAI (Standar Profesional Akuntan Publik), dan telah mengumpulkan bahan-bahan pembuktian yang cukup untuk mendukung opininya, serta tidak menemukan adanya kesalahan material atau penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum(SAK).
2. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan bahasa penjelasan(Unqulified Opinion with explanatory language)
Akan diberikan oleh akuntan publik jika terdapat keadaan tertentu yang mengharuskan auditor menambahkan paragraf penjelasan dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian yang dinyatakan oleh auditor.
Misal: -pendapatsebagiandidasarkanataslaporanauditor independenlain.
-Adanya keadaan-keadaan yang luar biasa,
-Diantara dua periode akuntansi terdapat suatu perubahan material dalam penggunaan prinsip akuntansi atau dalam metode penerapannya,
-Keadaan tertentu yang berhubungan dengan laporan audit atas laporan keuangan komparatif,
-Data keuangan kuartalan tertentu yang diharuskan oleh BAPEPAM, namun tidak disajikan atau tidak review.
3. Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal yang berkaitan dengan yang dikecualikan.

Pendapat ini diberikan bilamana:
-Ketiadaan bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit, dan ia berkesimpulan bahwa ia tidak dapat menyatakan pendapat wajar tanpa pengecualian, dan ia berkesimpulan tidak menyatakan tidak memberikan pendapat.
-Auditor yakin, atas dasar auditnya, bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari SAK, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar.

4. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)
Laporan keuangan menyajikan secara tidak wajar posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Pendapat ini diberikan bila menurut pertimbangan auditor, laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Auditor harus menjelaskan dalam paragraf terpisah sebelum paragraph pendapat dalam laporannya, semua alasan yang mendukung pendapat tidak wajar, dampak utama hal yang menyebabkan pemberian pendapat tidak wajar, terhadap posisi keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas.

5. Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion)
– Suatu pernyataan tidak memberikan pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan.
-Auditor dapat tidak menyatakan suatu pendapat bilamana ia tidak dapat merumuskan atau tidak merumuskan suatu pendapa tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia.
-Jika auditor tidak melaksanakan audit yang lingkupnya memadai untuk memungkinkannya memberikan pendapat atas laporan keuangan.
2.1.4 Unsur-unsur Laporan Audit
a. Judul, “Laporan Audit Independen”.
b. Alamat , “Pihak yang memberi penugasan”.
c. Paragraf Pendahuluan, Harus berisi:
– Pernyataan telah melakukan Pemeriksaan.
– Periode Laporan keuangan yang diaudit.
– Jenis Laporan keuangan.
– Tanggung jawab manajemen terhadap Laporan keuangan.
– Tanggung jawab auditor terhadap pernyataan pendapat atas Laporan keuangan yang diaudit.
d. Paragraf Ruang Lingkup
– Pernyataan auditor , bahwa pelaksanaan Pemeriksaan sesuai dengan standar auditing yang disahkan oleh IAI.
– Pernyataan auditor bahwa Pemeriksaan dilakukan dengan perencanaan, pengujian, pengumpulan Bukti- bukti dan pengungkapan dalam Laporan keuangan.
e. ParagrafPendapat
– Auditor menyatakan pendapatnya, terhadap Laporan keuangan secara keseluruhan pada nilai yang material.
f. Identitas Kantor Akuntan Publik, “Nama, No register, Tanda tangan.
g. Tanggal Laporan, “Tanggal yang dicantumkan adalah tanggal diselesaikannya pemeriksaan”.
Untuk pendapat selain pendapat wajar tanpa pengecualian, maka unsur laporan audit ditambah “paragraph penjelasan” sebagai penjelasan atas pengecualian pos dalam laporan keuangan atau ketidakwajaran dalam laporan keuangan.
2.2 MATERIALITAS
Materialitas adalah faktor penting dalam mempertimbangkan jenis laporan yang tepat untuk diterbitkan dalam keadaan tertentu.
Definisi dari materialitas dalam kaitannya dengan akuntansi dan pelaporan audit,adalah :
“Suatu salah saji dalam laporan keuangan,dapat dianggap material jika pengetahuan atas salah saji tersebut dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang rasional.
Dalam menerapkan definisi ini,digunakan tiga tingkatan materialitas dalam mempertimbangkan jenis laporan yang akan dibuat.
Jumlah tidak material.Jika terdapat salah saji dalam laporan keuangan,tetapi cenderung tidak mempengaruhi keputusan pemakai laporan,salah saji tersebut dianggap tidak material.
Jumlahnya material tetapi tidak menganggu laporan keuangan secara keseluruhan.Tingkat materialitas kedua terjadi jika salah saji di dalam laporan keuangan dapat mempengaruhi keputusan pemakai,tetapi keseluruhan laporan keuangan tersebut tersaji dengan benar sehingga tetap berguna.
Jumlah sangat material atau pengaruhnya sangat meluas sehingga kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan diragukan.Tingkat materialitas tertinggi terjadi jika para pemakai dapat membuat keputusan yang salah jika mereka mengandalkan laporan keuangan secara keseluruhan.

KEPUTUSAN MENGENAI MATERIALITAS
Keputusan materialitas-kaitan dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.Jika seorang klien tidak menerapkan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan benar laporan audit dapat wajar tanpa pengecualian,wajar dengan pengecualian atau tidak wajar,tergantung kepada materialitas dari penyimpangan tersebut.Harus dipertimbangkan beberapa aspek dari materialitas.
• Jumlah rupiah dibandingkan tehadap tolok ukur tertentu
• Daya ukur
• Sifat salah saji.
Salah saji berikut dapat mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan dan dengan
demikian juga akan mempengaruhi pendapat auditor,dengan cara yang berbeda dari salah saji yang lazim terjadi :
1. Transaksi-transaksi adalah melanggar hokum
2. Sesuatu pos yang dapat mempengaruhi periode mendatang,meskipun jumlahnya tidak berarti jika hanya periode sekarang yang diperhitungkan.
3. Sesuatu yang menimbulkan akibat “psikis”(sebagai contoh,laba kecil versus kerugian kecil,atau saldo bank versus cerukan)
4. Sesuatu yang dapat menimbulkan konsekuensi penting bila dipandang dari segi kewajiban kontrak (contoh : pelanggan persyaratan kredit dapat mengakibatkan dibatalkannya fasilitas kredit tersebut).

Keputusan materialitas-kaitan dengan pembatasan lingkup audit.Besar kecilnya salah saji yang mungkin terjadi akibat pembatasan lingkup audit penting untuk diperhatikan dalam menentukan jenis pendapat yang sesuai,yaitu apakah laporan wajar tanpa pengecualian,wajar dengan pengecualian atau pernyataan tidak memberikan pendapat.

Contoh Laporan audit dengan pendapat wajar tanpa pengecualian (laporan audit baku)
(a) Laporan Audit Independen
Kepada Yth.
(b) Direksi dan Dewan Komisaris
PT. BOLA DUNIA
Jl. MargondaRaya
Depok
( c) Kami telah mengaudit neraca PT. BOLA DUNIA per 31 Desember 2005 serta laporan rugi laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
(d) Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah- jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
(e) Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. BOLA DUNIA per 31 Desember 2005, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
(f) Kantor akuntan Eliya
(Eliya )
Reg. Neg-D110369
(g) Tanggal, 13 Maret 2006

3. Penutup/Kesimpulan
Laporan audit merupakan sebuah hasil akhir dari pemeriksaan akuntansi, laporan audit ini terbagi 2 yakni laporan audit intern untuk pihak-pihak dalam perusahaan dan laporan audit ekstern yang mana laporan ini untuk pihak luar perusahaan, laporan audit juga akan menghasilkan sebuah opini audit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s